Skip to main content
Excerpt

Urban Sensation

By February 19, 2021No Comments

Wangi bau mangir bedak basah dari sembilan penari gambyong itu terasa menyebar sampai ke deretan kursi penonton. Diiringi gending ketawang yang melantunkan keindahan kahyangan berikut warna-warni bunga asoka, menjadikan tempat reyot ini seakan sebagai satu-satunya tempat bernapas di tengah metropolitan yang penuh sesak dengan gedung-gedung tinggi dengan lampu warna-warni.

Itulah pembuka cerpen berjudul “Mahesa Wulung atawa Urban Sensation”, ditulis April 1990. Buku ini adalah kumpulan cerpen yang kebanyakan berkisah mengenai hubungan manusia dengan dinamika urban ketika itu.

Saat itu berbagai kota kelihatan makin bergairah dikarenakan perubahan pola konsumsi dan gaya hidup. Kota besar ditandai dengan makin banyaknya gedung-gedung tinggi, serta berbagai gejala modernitas yang perlahan-lahan meminggirkan kehidupan lama/tradisional. Tokoh-tokoh dalam buku kumpulan cerpen ini menggambarkan pribadi-pribadi yang teralienasi oleh proses modernitas.

Leave a Reply